Tulisan pada Blog Dosen IESP FE-UNJA (1)

Transaksi Derivatif dan Kebangkrutan Ekonomi Global

Transaksi produk derevatif sebagai alat hedging (perlindungan) secara pasti telah menjadi alat spekulasi dan judi yang mempunyai resiko tinggi, filosofi investasi di sekuritas yaitu high risk, higt return tapi nyatanya yang terjadi high risk no return. Buktinya yaitu bangkrutnya bank tertua di Ingris, Baring PLC pada tanggal 24 Februari 1995, Lehman Brothers 2008 dan lain-lain. Transaksi produksi derevatif yang bersifat judi menciptakan ekonomi gelembung (bubble economic) dan akhirnya menjadi penyebab krisis keuangan global. Masih perlukah transaksi derevatif diizinkan?
Lanjutkan

Hubungan Inflasi dan Suku Bunga

Rate of interest and inflation have relation which are positive. Excelsior rate of interest result inflation rate excelsior. And more highly of inflation hence more and  more high also rate of interest. As a result economics will be difficult progressively and possibility the happening of economic crisis. Fact have indicated that based the economics base of  interest make economics progressively often experience of economic crisis, and more and more impecunious state and people effect of interest rate. The economics without interest better and do not to crisis than relied on economics with interest.

1. Pendahuluan

Dalam aktivitas ekonomi; rumah tangga, perusahaan dan pemerintah akan selalu membeli barang-barang baru atau barang investasi untuk meningkatkan  persediaan modalnya atau mengganti barang yang ada yang telah habis masa pakainya. Pembelain barang-barang baru atau barang investasi di AS rata-rata mencapai 15% dari GDP (Mankiw. 2007). Dalam teori ekonomi konvensional, jumlah barang-barang modal yang diminta (investasi) sangat tergantung pada tingkat bunga (interest) sebagai ukuran biaya dari dana yang digunakan untuk membiayai investasi tersebut. Itulah sebabnya jika suku bunga tinggi, maka investasi atau proyek-proyek lebih sedikit dibandingkan dengan pada saat suku bunga rendah.

Lanjutkan

Zakat Versus Riba

1. Pengantar

Nilai ekonomi tertinggi dalam ekonomi Islam dan ekonomi konvensional adalah kesejahteraan. Karena itu tujuan yang ingin dicapai oleh setiap orang dalam hidup ini adalah kesejahteraan yang tinggi. Sejahtera menurut ekonomi konvensional adalah memiliki material yang melimpah atau dapat memaksimumkan kepuasannya dengan baik (kaya raya). Lain halnya dalam ekonomi Islam, sejahtera menurut Islam adalah FALAH, yaitu kemuliaan, kemenangan dalam hidup dunia dan akhirat. Dengan demikian  kesuksesan yang hakiki dalam ekonomi Islam berupa tercapainya kesejahteraan yang holistik dan seimbang, yaitu mencakup dimensi material maupun spiritual serta mencakup individual maupun sosial serta kesejahteraan di dunia maupun di akhirat. Jika kondisi ideal ini tidak dapat diharmoniskan maka kesejahteraan di akhirat tentu lebih diutamakan, sebab ia merupakan suatu kehidupan yang abadi dan lebih bernilai (valuable) dalam segala hal. Selain itu bila kita berusaha mendapatkan kesejahteraan akhirat, maka secara otomatis akan dapat dicapai kesejahteraan di dunia.

Lanjutkan

Ini merupakan halaman kedua. Lihat halaman pertama. Lihat halaman ketiga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: