Hutang Luar Negeri Pemerintah: Kajian dari Sisi Permintaan dan Pengaruhnya terhadap PDB

Abstract: oleh Syaparuddin dan Heri Hermawan

Pemanfaatan hutang luar negeri sebagai sumber pembiayaan pembangunan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan khususnya negara-negara berkembang, termasuk Indonesia (Syaparuddin, 1996: 12). Suksesnya pembangunan kembali perekonomian negara-negara Eropa Barat seperti Jerman dan Italia maupun Jepang pasca perang dunia II pada dekade 1950-an melalui Marshall Plan yang merupakan program bantuan luar negeri Amerika dan teori pertumbuhan Harrod-Domar memunculkan konsep pinjaman atau hutang luar negeri. Kedua faktor inilah yang mendorong pemerintahan negara-negara berkembang melakukan hutang luar negeri.

Bagi Indonesia, sejak awal proses pembangunannya yakni sejak Pelita I, hutang luar negeri telah dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pembiayaan guna menutupi kelangkaan modal. Tabungan pemerintah ataupun tabungan domestik tidak dapat menutupi kebutuhan dana pembangunan dan investasi (saving-investment gap). Selain itu juga permintaan hutang luar negeri digunakan untuk menutupi export­iport gap dan fiscal gap.

Penggunaan hutang luar negeri diyakini pula akan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi (GDP) sebagaimana dikemukakan Cohen (1993) dan Bulow dan Rogof (1990). Sementara itu Ferraro and Rosser (1994) mengemukakan bahwa bantuan atau luar negeri dimaksudkan sebagai stimulus awal guna peningkatan kehidupan (kesejahteraan) yang lebih baik di negara-negara miskin, mengingat negara­negara ini tertinggal jauh dalam masalah pendidikan, pemeliharaan kesehatan, nutrisi yang baik (good nutrition) maupun perumahan. Jika ada kemauan pemerintah negara penerima hutang yang kuat dan tidak adanya moral hazard problem terkait dengan dengan penggunaan hutang, menurut Svenson (2000) hutang atau bantuan luar negeri akan berdampak positif terhadap perekonomian dan peningkatan kesejahteraan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan hutang luar negeri pemerintah dan pengaruhnya terhadap PDB. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa defisit anggaran pemerintah, defisit tabungan investasi, defisit transaksi berjala, pembayaran cicilan pokok dan bunga hutang pemerintah dan PDB memiliki pengaruh terhadap permintaan hutang luar negeri pemerintah. Di sisi lain, permintaan hutang luar negeri pemerintah, tabungan domestik, investasi asing langsung dan tenaga kerja yang bekerja berpengaruh terhadap PDB.

 

 

 

2 Tanggapan

  1. Kepada
    Yth. Penulis

    Membaca posting di atas saya sungguh tertarik.Ada hal yang ingin saya tanyakan,bagaimana dampak hutang luar negeri terhadap PDB Indonesia? dan bagaimanakah upaya yang ditempuh untuk mengurangi hutasng luar negeri, mengingat kesaksian seorang penulis amerika yang menyatakn hutang luar negeri digunakan sebagai alat untuk menekan negara berkembang?

    MOhon jawabannya untuk menambah wawasan dan terimakasih sebelumnya.

    Salam hormat,

    Bambang

  2. Kepada
    Yth. Penulis

    Membaca posting di atas saya sungguh tertarik.Ada hal yang ingin saya tanyakan, bisakah PDB dan utang luar negeri berslop positif. Bagai mana sistematika dan teori nya.

    MOhon jawabannya untuk menambah wawasan dan terimakasih sebelumnya.

    Salam hormat,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: